News

PT BARRON International

Human Safety Environtment

Press Release: January 10, 2020

Pentingnya Safety Training Di Lingkungan Kerja Berisiko Kecelakaan Tinggi

Di lingkungan kerja dengan risiko kecelakaan tinggi, safety training menjadi kewajiban, terutama bagi pekerja baru dan beberapa pihak tertentu lain. Mengapa?

Safety training merupakan kegiatan pengenalan dan pelatihan dasar-dasar keselamatan dan kesehatan di sekitar lingkungan kerja (K3).

Tujuannya pun luas, mulai dari mengedukasi pekerja tentang prosedur kerja dan peraturan yang berlaku, memberikan pemahaman pentingnya K3 di lingkungan kerja, dan terutama untuk mengomunikasikan potensi-potensi bahaya yang mungkin timbul terhadap keselamatan dan kesehatan selama bekerja.

Dengan memahami potensi bahaya, harapannya setiap pihak yang mendapat safety training sadar dan mampu memitigasi atau melakukan tindakan pengendalian bahaya tersebut.

Siapa Target Safety Training?

Beberapa pihak yang berkewajiban mengikuti safety training adalah:

  • Pekerja baru yang logikanya belum mengetahui kondisi lingkungan kerja di perusahaan barunya tersebut.
  • Tamu (visitor) yang berkunjung di lingkungan kerja.
  • Kontraktor atau vendor baru yang bekerja sama di dalam proyek

Di samping itu, tidak sedikit industri yang secara rutin memberikan safety training kepada pekerja-pekerja lamanya juga. Tujuannya untuk mengingatkan unsur-unsur K3 di lingkungan kerja sebelum memulai kegiatan.

Materi dan Cara Penyampaian

Materi safety training berbeda-beda disesuaikan dengan industri, lingkungan kerja, dan juga jenis pekerjaan masing-masing. Tetapi umumnya safety training berisikan materi, antara lain:

  • Hak dan kewajiban pekerja terkait K3 sesuai peraturan yang berlaku.
  • Kebijakan dan peraturan umum K3 perusahaan.
  • Prosedur kerja sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing.
  • Alat pelindung diri yang wajib digunakan di lokasi kerja.
  • Potensi bahaya dan kecelakaan yang pernah atau mungkin terjadi di lingkungan kerja dan cara mengendalikannya.
  • Prosedur evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.
  • Prosedur pelaporan kecelakaan.

Tidak harus berupa penjelasan langsung oleh pekerja setingkat pengawas (supervisor) ke atas, safety training kini juga banyak disampaikan dalam format tayangan video, menggunakan alat peraga, atau metode yang cenderung lebih mementingkan visual atau memberikan contoh langsung.

 

For further information please contact:
Ery Kristiyono, Marketing Director PT BARRON Int.
Bukit Cimanggu City Blok M2/7, Bogor 16166, Indonesia
Phone: +62 251 753 8490
email: marketing@barron.co.id

PT BARRON International is the leading provider of onshore and offshore safety and survival training services in the Indonesian market. From its recently completed Bogor facilities PT BARRON International has been providing safety and emergency response training since 2004 and is on going OPITO Desktop Audit (DTA)